Culturally Sensitive Strategy at 1000 The First Day of Life to Overcome Stunting in Papua Province

Authors

  • Hasmi Hasmi Cenderawasih University of Jayapura

DOI:

https://doi.org/10.55927/fjst.v4i10.256

Keywords:

Culturally Sensitive, 1000 FTD, Stunting

Abstract

The purpose of this Policy Brief is to present a brief and clear analysis of the stunting condition in Papua, emphasizing the importance of a culturally sensitive approach in the First 1000 Days of Life period. The search results by triangulating data and sources in the field and document review found fundamental problems, especially in Keerom. Poor parenting, lack of energy and protein intake, less diverse types of food, low immunization coverage. Children are raised with traditional practices. Mothers play the role of breadwinners, so the time to take care of the child is divided. This is all due to behavioral and cultural factors that require strategies that are sensitive to Papuan culture. It is recommended to immediately strengthen the Education of 1000 The First Day of Life through Local Media and using regional languages, the Integration of Local Cultural Values in educational materials and the involvement of Indigenous Leaders and Community Leaders in providing education.

References

Aryu Candra. (2020). Epidemiologi Stunting (1st ed.). Universitas Diponegoro.

BKKBN. (2024). Indeks Pengasuhan Anak Usia Dini (Vol. 11, Issue 1).

Dinkes Kab. Keerom. (2025). Laporan Program Gizi tahun 2025.

Elman Murib, Novita Medyati, Sarce Makaba, Yacob Ruru, & Agus Zainuri. (2024). Analisis Implementasi Program Penanganan Stunting di Dinas Kesehatan Provinsi Papua. INNOVATIVE: Journal Of Social Science Research, 4(3), 6936–6953.

Fadillah, A. P., Pramesti, H. A., Qudsi, R. H., Islam, P., Sultan, U. I. N., Hasanuddin, M., Jalan, A., Sudirman, J., Panancangan, N., Jaya, C., & Serang, K. (2024). Stunting dan Ketahanan Keluarga , Desa Giripawana Kec . Mandalawangi , Pandeglang Banten Stunting and Family Resilience , Giripawana Village , Mandalawangi District , Pandeglang Banten Hukum Keluarga Islam ( Ahwal Syakhshiyyah ), UIN Sultan Maulana Hasanu. 1(3).

Henni Kumaladewi Hengki, & Ayu Dwi Putri Rusman. (2024). Model Prediksi Stunting (NEM (ed.)).

Indah Budiastutik, & Muhammad Zen Rahfiludin. (2019). Faktor Risiko Stunting pada anak di Negara Berkembang. Y IAGIKMI & Universitas Airlangga, 3, 122–126.

Kementerian Kesehatan. (2023a). Buku Saku Hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2022.

Kementerian Kesehatan, B. (2023b). SKI 2023.

Manangsang, F., Rumaseb, E., Purba, E. R. ., Swastika, I. K., & Nuburi, D. (2024). Kajian Kebijakan Stategis Dalam Pencegahan Stunting Di Kabupaten Keerom Provinsi Papua. Jurnal Wacana Kesehatan, 9(1), 18.

Masita, M., Biswan, M., & Puspita, E. (2018). Pola Asuh Ibu dan Status Gizi Balita. Quality : Jurnal Kesehatan, 12(2), 23–32.

Nesa Ramadhani, F., Is Kandarina, B., Made Alit Gunawan, I., Biostatistik, D., Kesehatan Populasi, dan, Kedokteran, F., Masyarakat, K., Keperawatan Universitas Gadjah Mada, dan, Gizi, J., Kesehatan Kementerian Kesehatan Yogyakarta, P., & Kedokteran Masyarakat, B. (2019). Pola asuh dan pola makan sebagai faktor risiko stun ng balita usia 6-24 bulan suku Papua dan non-Papua Paren ng and feeding pa erns as risk factors for stun ng toddlers aged 6-24 months Papuans and Non-Papuans. Berita Kedokteran Masyarakat, 35(4).

Nur Oktia Nirmalasari. (2020). Stunting Pada Anak: Penyebab Dan Faktor Risiko Stunting Di Indonesia. JOURNAL FOR GENDER MAINSTREAMING, 14(1), 19–28.

Nur Vandila Kalapat, Ruwiah, & Farida. (2023). Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Warsambin Kabupaten Raja Ampat Papua Barat Tahun 2023. Jurnal Gizi Dan Kesehatan Indonesia, 2(4), 101–107.

Oktarina, Z., & Sudiarti, T. (2014). Faktor Risiko Stunting Pada Balita (24—59 Bulan ) Di Sumatera . Jurnal Gizi Dan Pangan, 8(3), 177.

P2PTM Kemenkes. (2018). Pemerintah atasi Stunting : melalui PIS-PK, Pemberian Makanan Tambahan (PMT), dan 1000 Hari Pertama Kehidupan (THE FIRST DAY OF LIFE), P2PTM Kemenkes Jakarta.

Panzeri, C., Pecoraro, L., Dianin, A., Sboarina, A., Arnone, O. C., Piacentini, G., & Pietrobelli, A. (2024). Potential Micronutrient Deficiencies in the First 1000 Days of Life: The Pediatrician on the Side of the Weakest. Current Obesity Reports, 13(2), 338–351.

Pemda Provinsi Papua. (2025). Pemda Provinsi Papua Maksimalkan TPPS menurunkan stunting. Info@papua.Go.Id.

Saavedra, J. M., & Dattilo, A. M. (2022). Nutrition in the first 1000 days of life: society’s greatest opportunity. In Early nutrition and long-term health (pp. 3–25). Elsevier.

Sianturi, E. I. et al. (2025) . (2025). Sianturi, E.I. et al. (2025) ‘Pengetahuan Stunting Dan Pencegahannya Di Wilayah Abepura, Papua’.

Wanimbo Erfince, & Wartiningsih Minarni. (2020). Hubungan Karakteristik Ibu Dengan Kejadian Stunting Baduta (7-24 Bulan). Jurnal Manajemen Stikes Yayasan RS Dr. Soetomo Surabaya, Jatim Indonesia, 6(1).

Published

2025-10-29